Pompa jockey dirancang untuk menjaga tekanan jaringan hydrant tetap penuh saat sistem tidak dipakai. Dalam kondisi sehat, jockey pump hanya sesekali menyala untuk menutup penurunan tekanan kecil. Kalau pompa ini hidup-mati berulang kali dalam satu jam, atau bahkan hampir tidak pernah berhenti, itu tanda ada sesuatu di sistem yang membuang tekanan.
Cara kerja pompa jockey dalam sistem hydrant
Sistem fire hydrant biasanya punya tiga pompa: jockey pump, pompa utama elektrik, dan pompa diesel cadangan. Ketiganya dikendalikan pressure switch dengan titik start dan stop yang berbeda. Jockey pump punya titik start paling tinggi, jadi dialah yang pertama bereaksi ketika tekanan turun sedikit. Pompa utama baru menyala ketika tekanan turun jauh, misalnya saat hydrant benar-benar dibuka.
Artinya, jockey pump adalah indikator kesehatan jaringan. Semakin sering ia bekerja, semakin banyak tekanan yang hilang dari sistem.
Penyebab pompa jockey hidup terus
1. Kebocoran pipa hydrant bawah tanah
Ini penyebab paling sering di pabrik dan kawasan industri. Pipa underground fire line yang sudah berumur bisa korosi, sambungannya bergeser karena beban kendaraan, atau retak akibat penurunan tanah. Bocornya sering tidak terlihat di permukaan karena air meresap ke tanah. Tandanya: tanah lembab di jalur pipa, paving atau aspal yang amblas, dan tagihan listrik pompa yang naik.
2. Valve atau fitting yang tidak rapat
Gate valve, butterfly valve, check valve, dan drain valve yang aus bisa merembes. Drain valve yang tidak tertutup penuh setelah pengujian juga sering jadi biang masalah. Cek dulu semua drain dan test valve sebelum menyimpulkan ada bocor di pipa.
3. Check valve pompa bocor balik
Kalau check valve di sisi discharge pompa tidak menutup sempurna, air bertekanan mengalir balik ke tangki atau sisi suction. Tekanan turun, jockey menyala lagi, begitu seterusnya. Gejalanya mirip kebocoran pipa, tapi sumbernya ada di ruang pompa.
4. Setting pressure switch terlalu rapat
Selisih titik start dan stop jockey yang terlalu kecil membuat pompa bekerja dalam siklus sangat pendek walaupun sistem tidak bocor. Ini masalah setting, bukan kebocoran, dan bisa diperbaiki dengan kalibrasi ulang.
5. Hydrant pillar, landing valve, atau selang yang merembes
Rembesan kecil di banyak titik hydrant pillar atau landing valve di dalam gedung bisa terakumulasi menjadi kehilangan tekanan yang cukup besar.
Cara cek sendiri sebelum memanggil teknisi
- Catat berapa kali jockey pump menyala dalam satu jam saat tidak ada pemakaian air dari sistem hydrant.
- Periksa semua drain valve, test valve, dan hydrant pillar yang terlihat. Pastikan tertutup penuh dan tidak menetes.
- Matikan jockey pump sebentar dalam keadaan aman, lalu amati berapa cepat tekanan di pressure gauge turun.
- Jika memungkinkan, tutup valve per zona satu per satu. Zona yang membuat tekanan berhenti turun ketika diisolasi kemungkinan besar adalah lokasi kebocoran.
Dampak jika dibiarkan
- Motor jockey pump cepat panas dan rusak karena start-stop berlebihan.
- Konsumsi listrik naik tanpa terlihat penyebabnya.
- Air yang bocor menggerus tanah, membuat aspal dan lantai beton amblas.
- Saat terjadi kebakaran, tekanan dan debit di hydrant tidak memenuhi standar.
Kapan perlu deteksi profesional
Kalau semua valve dan pillar yang terlihat sudah dicek dan tekanan tetap turun, sumbernya hampir pasti ada di pipa bawah tanah. Di tahap ini membongkar sembarangan hanya membuang biaya. Kami melakukan deteksi kebocoran pipa hydrant dengan analisa pressure drop, isolasi zona, lalu scanning acoustic leak detector untuk menandai titik bocor sebelum ada pembongkaran. Baca juga cara mencari titik kebocoran pipa hydrant bawah tanah.
Lihat prosesnya di lapangan
15:29